Tampilkan postingan dengan label Organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Organisasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 September 2012

Ilmu Pengetahuan Adalah Mata Uang yang Berlaku Di Seluruh Dunia


Halo Akang dan Neng, masih setia membaca postingan saya?

Kali ini saya menulis artikel mengenai "Ilmu Pengetahuan Adalah Mata Uang yang Berlaku Di Seluruh Dunia". Wah judulnya panjang sekali, apa sih isinya. Langsung simak aja yuk.

Ilmu pengetahuan adalah mata uang yang berlaku diseluruh dunia, itulah judul postingan saya kali ini. Kalimat ini pernah saya dengar ketika say amenonton acara "Hitam Putih" di Trans 7. Pada saat itu bintang

tamunya adalah personil CAGUR. Diantaranya Narji, Wendi, dan Deny. Narji mengatakan bahwa pengetahuan adalah mata uang yang berlaku di seluruh dunia. Saya pernah mendengar kalimat tersebut dan

nampaknya dia juga mengutip kalimat tersebut. Tidak salah kan mengutip kalimat orang? Jika kalimat itu berguna bagi diri kita dan bagi orang lain.

Nah ngomong-ngomong soal kalimat itu, setelah saya mendengar Narji Cagur berkata demikian, saya langsung mengingat kalimat tersebut dan mulai memikirkannya. Memang benar sekali kalimat tersebut. Ini

adalah pengalaman saya sendiri, dulu saya adalah orang yang mendapat didikan keras oleh kedua orang tua saya. Saya bahkan tidak boleh terlalu lama bermain dengan anak seusia saya. Sehingga itu

menyebabkan saya menjadi kurang dalam pergaulan, saya malu bertemu orang, saya malu mengungkapakan pendapat, meskipun itu benar. Dan tidak ada yang tahu kemampuan saya selain diri saya sendiri.

Ketika sekali saya bermain dengan teman sebaya saya saya menjadi bingung sendiri bagaimana saya harus bergaul dengan mereka, karena saya merasa saya tidak memiliki pengetahuan seperti mereka. Lalu

saat itu saya beranjak dewasa, saya mulai masuk Sekolah Menengah Pertama, di sana tentu saja semakin banyak orang yang saya jumpai dan semakin banyak juga karakter orang yang harus saya fahami.

Saya bukanlah orang pintar yang selalu tahu segala sesuatu, saya adalah orang yang belajar dari pengalaman. Pada saat itu saya yang tadinya di didik secara keras, merasa diri saya terbebas, saya bergaul

sesuka saya, namun pergaulan yang salah kaprah membuat saya terjerumus ke dalam hal yang negatif. Akhirnya saya mulai memperbaiki diri saya menjadi orang yang lebih baik. Dan saya mulai mengerti

artinya ilmu pengetahuan sejak saya duduk di bangku kelas 3 SMP. Pada saat itu saya sudah mulai mempelajari apapun yang ingin dipelajari oleh orang lain. Saat itu anak-anak seusia saya sangat sekali

mengidam-idamkan memiliki pasangan alias pacar. Saya mempelajari hal itu sehingga saya mampu menjadi penasehat percintaan bagi mereka. Hahahaha gaya ya? umur segitu udah tau cinta.

Sejak saat itu banyak orang yang menjadi dekat dengan saya, yah sering minta pendapat saya. Dan saya mulai terobsesi dengan pengetahuan. Saya belajar segala sesuatu yang tidak dipelajari oleh orang lain.

Contohnya bahasa Inggris, saat itu hanya sedikit anak yang menguasai bahasa Inggris, dan saya mati-matian belajar bahasa Inggris. Alhasil saya sukses dan bisa berbahasa Inggris, teman saya bertambah, dan

pergaulan saya semakin luas. Percobaan kedua saya ternyata berhasil, sejak saat itu saya mulai berfikir bahwa jika kita memiliki pengetahuan maka kita akan bisa diterima diberbagai lapisan. Saya tidak henti-

hentinya belajar, belajar, dan belajar. Mempelajari apapun yang bisa saya pelajari. Dan memang terbukti, bahwa kemanapun saya pergi dengan pengetahuan selalu saja saya diterima dan bahkan mendapat

tempat istimewa di tengah-tengah mereka. Lalu saya juga mulai berfikir apalah artinya kita pintar jika hanya digunakan untuk kita sendiri, saya mulai membagi segala macam hal yang saya tahu mulai kepada

teman-teman saya, dan mereka menerima dengan baik. Karena saya menganut Ilmu tanpa Amalan, maka akan menjadi ilmu yang tidak bermanfaat. Dan sebaliknya Amalan tanpa Ilmu akan menjadi amalan

yang sia-sia dan tanpa tujuan.

Saya terus menjalani kehidupan seperti itu dan inilah hasilnya, hari ini saya bisa membaginya dengan anda, dan mungkin apa yang saya bagikan hari ini akan berguna bagi anda. Hikmahnya dimanapun kita

berada, kemanapaun kita pergi, dan bersama siapapun kita, dengan pengetahuan yang selalu dikembangkan, maka itu akan membuat kita terbebas dari segala macam kesulitan.

Akhir kata semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang membaca. Dan jika anda mempunyai pengetahuan lain mari berbagi dengan saya dan orang lain, sehingga pengetahuan anda menjadi pengetahuan yang

bermanfaat. Amiiin.

Sampai berjumpa di postingan saya selanjutnya.

Pentingnya Belajar Organisasi

Selamat siang nih Akang dan Neng yang selalu setia membaca postingan saya.

Malam ini saya akan menulis sebuah artikel yang akan sangat berguna, malam ini saya akan menulis tentang organisasi. Semuanya udah pada ngerti organisasi belum?

Oke, saya jelaskan pengertian organisasi dulu deh. Organisasi itu secara harfiah berarti sekumpulan orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Dasar kata dari organisasi adalah "ORGAN" atau bagian. Jadi dalam organisasi terdapat bagian-bagian penting. Apa itu? nanti akan kita jelaskan. Organisasi memang tidak bisa ditolak dari hidup kita. Karena 97% dari hidup kita adalah organisasi. Contoh kecilnya adalah tubuh kita, tubuh kita adalah sebuah organisasi yang melibatkan beberapa sel hidup dan tidak hidup. Dalam setiap organisasi pasti ada Kepala, nah kepala tersebut adalah bagian yang paling utama. Yaitu pemimpin bagi bagian lain. Karena tanpa adanya pemimpin bagian tersebut akan bergerak sesuai dengan kemauan mereka sendiri, shingga apa yang terjadi menjadi tidak terkontrol. Dan apa jadinya jika itu terjadi? Pasti tidak akan berjalan seperti yang diharapkan. Maka dari itu kepala adalah hal penting dalam bentuk organisasi. Contoh lainnya adalah Rumah tangga meliputi kepala rumah tangga, ibu rumah tangga, dan anak rumah tangga (emang ada gitu?). Selain itu ada juga Rukun Tetangga, Karang taruna, Masyarakat daerah, itu juga merupakan bentuk organisasi.

Nah sekarang kita akan mempelajari struktur organisasi dalam ruang lingkup kecil. Saya akan beri contoh :
Organisasi Alphabet 
Ketua : Tuan A
Sekretaris : Tuan B
Bendahara : Tuan C
Bidang Internal : Tuan D
Bidang Eksternal : Tuan E
Anggota : Tuan F-Z

  • Ketua.

Seperti yang kita tau, ketua memiliki peran paling penting dalam organisasi (kepala organisasi), hampir semua aspek yang terjadi di organisasi tersebut akan berdasar kepada keputusan dan izin dari ketua. Secara tidak langsung seorang ketua adalah dalang dari berjalan atau hancurnya suatu organisasi. Maka dari itu ketua sering kali disebut kepala. Karena ketua adalah otak dari semua pergerakan organisasi. Jadi apapun yang akan dilakukan organisasi tersebut haruslah berdasarkan pada pemikiran matang dari sang ketua. Dengan kata lain seorang ketua haruslah seorang konseptor. Oh iya tipe manusia itu terbagi ke dalam dua kategori yaitu Konseptor dan Worker. Konseptor lebih merujuk kepada proses berfikir, dan worker lebih merujuk pada proses pengerjaan. Seorang ketua haruslah 95% Konseptor dan 5% Worker. Karena ketua juga selain boleh memutuskan juga boleh bekerja. Namun tidak seperti bawahannya. Jadi diperlukan ketua yang bisa membaca situasi dan memanfaatkan berbagai kesempatan dengan baik.

  • Sekretaris.

Diambil dari kata secretary/secret atau rahasia. Jadi sekretaris itu bertugas memegang kendali penuh atas data-data organisasi tersebut (tangan kanan organisasi), mulai dari yang bersifat umum dan rahasia. Biasanya seorang sekretaris menangani masalah administrasi organisasi. Tugasnya pemberdayaan sekretariat, inventarisasi database organisasi, dan semua hal yang bersifat administratif. Contohnya surat-menyurat, arsip-arsip, dokumentasi, dan lain sebagainya.
Dengan kata lain sekretaris adalah otak kedua dalam organisasi, dengan ketentuan seorang sekretaris adalah 50% Konseptor dan 50% Worker.

  • Bendahara.

Bendahara tidak kalah pentingnya dalam organisasi (tangan kiri organisasi). Karena bendahara juga secara langsung terlibat dalam kelangsungan organisasi. Bendahara bertugas mengatur keuangan organisasi. Seorang bendahara harus berusaha menyajikan data secara terperinci. Dan berfikir ekstra keras untuk mempertimbangkan mana yang perlu dikeluarkan dan mana yang tidak perlu dikeluarkan. Intinya seorang bendahara haruslah orang yang sangat teliti. Karena jika dia salah dalam melaksanakan tugas bisa jadi organisasi akan hancur. Maka kriteria untuk bendahara adalah 90% Konseptor dan 10% Worker.

  • Bidang Internal.

Bidang ini adalah badan dari tubuh organisasi. Karena tubuh tidak akan bisa hidup tanpa badan yang menjadi tempat menyimpan organ lain. Dalam bidang ini sesuai dengan namanya maka  bidang ini bertugas melakukan pekerjaan yang melingkupi bagian dalam sebuah organisasi. Baik itu pengaturan jadwal anggota, rapat/kajian harian, dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan organisasi itu sendiri. Kriteria yang tepat untuk bidang internal adalah 75% Konseptor dan 25% worker. Karena pekerjaannya lebih condong ke bagian management organisasi dari pada pergerakan.

  • Bidang Eksternal.

Sesuai dengan namanya bidang ini adalah kebalikan dari bidang Internal, jika internal mengurusi pekerjaan yang berlangsung di bagian dalam atau berhubungan dengan organisasi itu sendiri, maka eksternal lebih mengarah ke pekerjaan yang berhubungan dengan luar organisasi tersebut. Bisa ke organisasi lain, individu lain, atau ke kelompok yang berada di luar organisasi tersebut. Sehingga garapan pekerjaannya juga lebih banyak daripada internal. Eksternal haruslah orang yang pandai dalam berkomunikasi, terampil dalam negosiasi, dan berjiwa sabar menghadapi orang. Seorang eksternal dituntut harus berani melindungi organisasi, dan harus mampu membuat citra bagus organisasinya sehingga terlihat bagus di mata kelompok lain. Tipe kriteria yang cocok untuk eksternal adalah 30% Konseptor dan 70% Worker.

  • Anggota.

Bagian akhir dari organisasi adalah anggota. Kita ibaratkan sebagai kaki dari organisasi. Setiap organ tidak mampu berjalan tanpa kaki. Meskipun management instruksi sudah berjalan dalam bidang kepengurusan, namun jika tidak ada orang yang melakukan eksekusi instruksi tersebut, maka instruksi tersebut akan menjadi sia-sia dan tidak akan berjalan. Dengan kata lain organisasi tidak akan berjalan sesuai tujuan. Maka dari itu kriteria yang paling cocok untuk anggota adalah 15% Konseptor dan 85% Worker. Kenapa harus memiliki anggota yang konseptor, karena organisasi tidak selalu membutuhkan instruksi dari ketua saja, terkadang ketua pun membutuhkan ide yang cemerlang dari bawahannya. Jika itu sudah terjadi, maka organisasi siap berjalan sebagaimana mestinya. Dan sudah tidak perlu diragukan lagi, organisasi akan beehasil mencapai tujuan.

Itulah proses berlangsungnya organisasi. Semoga dengan membaca artikel ini kita bisa lebih memahami pentingnya organisasi dalam kehidupan kita. Saya tidak merasa pintar dengan menulis. Saya pun akan membutuhkan tambahan dari anda. Silahkan tinggalkan komentar beserta kontak anda, supaya saya bisa lebih meningkatkan kualitas postingan saya.

Keep Reading, Start Action.

Kunjungi Situs Pribadi Saya